Masalah Remaja dan Social Network
Penyebab munculnya
masalah pada remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor dalam diri
individu maupun faktor dari luar individu. Faktor dari luar individu salah
satunya adalah pengaruh internet yaitu social network. internet sudah menjadi
bagian dari kebutuhan hidup masyarakat, karena menyediakan dan memberikan
berbagai kemudahan dalam informasi dan hiburan tetapi disisi yang lain internet
berdampak negatif bagi perkembangan remaja. Menurut departement kehakiman
amerika serikat dalam nurahyani (2011) “20% dari semua pornografi di internet
melibatkan anak-anak”
Hal serupa juga diutarakan oleh
kahfi al fath (2011) “jika seorang pelajar telah tergila-gila dengan facebook
maka ia akan melupakan segalanya, termasuk waktu”
Social Network dengan berbagai fitur-fitur menarik telah mampu menarik minat penggunanya, dan
membuat penggunanya ‘ketagihan’ untuk selalu menggunakan berbagai fasilitas
komunikasi dan hiburan yang disediakan. Bahkan bagi anak-anak sekalipun, sudah
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kesehariannya, bahkan
aktivitas up date status sudah menjadi agenda wajib bagi anak-anak. Berbagai
fitur menarik seperti infotainment, entertainment, iklan, dan game-game seru
telah mampu membius para penggunanya (anak-anak, remaja dan orang tua) untuk
terus aktif terhubung dengan social network yang dikemas sedemikian rupa, dan
di bubuhi dengan fitur-fitur yang menarik, Tidak heran jika sekarang banyak
anak-anak dan remaja lebih suka berlama-lama didepan handphone dan notebooknya
dari pada belajar, bahkan hampir-hampir lupa akan waktu makannya. Merupakan
suatu problematika yang terjadi dilingkungan sekarang, dan perlu perhatian
khusus bagi setiap orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas anaknya. sedangkan
penggunaan social network yang mengarah kepada edukatif atau pendidikan sangat
kecil sekali frekuensinya.
Pendekatan Pembelajaran Tutor Sebaya
Pengajaran tutoring merupakan pengajaran melalui kelompok yang terdiri atas satu siswa dan satu pengajar ( tutor, mentor ) atau boleh lebih seorang siswa mampu memegang tugas sebagai mentor, bahkan sampai taraf tertentu dapat menjadi tutor.
Menurut Zaini (dalam Suyitno, 2004:36) “metode belajar yang paling baik adalah mengajarkan kepada orang lain. Oleh karena itu, pemilihan model pembelajaran tutor sebaya sebagai strategi pembelajaran akan sangat membantu siswa dalam mengerjakan materi kepada teman-temannya. Sedangkan menurut Conny Semiawan (dalam Suherman dkk, 2003:276) mengemukakan bahwa tutor sebaya adalah siswa yang pandai memberikan bantuan Belajar kepada siswa yang kurang pandai. Bantuan tersebut dapat dilakukan teman-teman di luar sekolah. Mengingat bahwa siswa merupakan elemen pokok dalam pengajaran, yang pada akhirnya dapat mengubah tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu, maka siswa harus dijadikan sumber pertimbangan di dalam pemilihan sumber pengajaran.
Dengan memperhatikan
pengertian tutor sebaya, maka dapat disimpulkan bahwa metode tutor sebaya ialah
pemanfaatan siswa yang mempunyai keistimewaan, kepandaian dan kecakapan di
dalam kelas untuk membantu memberi penjelasan, bimbingan dan arahan kepada
siswa yang kepandaiannya agak kurang atau lambat dalam menerima pelajaran yang
usianya hampir sama atau sekelas. Untuk menentukan siapa yang akan dijadikan
tutor diperlukan pertimbangan-pertimbangan sendiri, diantaranya adalah sebagai
berikut:
a. Memiliki kepandaian lebih unggul daripada siswa lain.
b. Memiliki kecakapan dalam menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru.
c. Mempunyai kesadaran untuk membantu teman lain.
d. Dapat diterima dan disenangi siswa yang mendapat program tutor sebaya,
sehingga siswa tidak mempunyai rasa takut atau enggan untuk bertanya kepadanya
dan rajin.
e. Tidak tinggi hati, kejam atau keras hati terhadap sesama kawan
f. Mempunyai daya kreatifitas yang cukup untuk memberikan bimbingan yaitu
dapat menerangkan pelajaran kepada kawannya.
Agar pelaksanaan
pengajaran tutor sebaya dapat berlangsung secara efektif dan berhasil, guru
perlu memperhatikan pemilihan petugas tutor sebaya dan pembentukan kelompok.
Banyaknya petugas tutor sebaya ditentukan oleh ciri-ciri yang telah disebutkan
di atas dan disesuaikan dengan banyaknya siswa dalam kelas tersebut dan
banyaknya siswa dalam tiap-tiap kelompok yang akan direncanakan. Petugas itu
dipilih sebaik-baiknya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin.
Mengenai berapa
banyaknya anggota setiap kelompok tidak ada ketentuan yang mutlak harus ditaati
sebagai pedoman. Kelompok kecil sebaiknya dengan anggota 3-5 orang, dengan
dasar pemikiran bahwa makin banyak anggota kelompoknya, keefektifan, keefektifan
belajar tiap anggota berkurang. Sebaliknya jika terlalu sedikit 2 orang,
kurang dapat membentuk iklim kelompok yang baik. Kelompok-kelompok itu dapat
dibentuk atas dasar minat dan latar belakang, pengalaman atau prestasi belajar.
Kehangatan atau iklim kelompok yang baik dapat terbentuk berdasarkan adanya
rasa persaudaraan antar anggota.
2.3.1 Kelebihan Pendekatan Tutor Sebaya
Menurut Suryo dan Amin
(1982: 51), beberapa kelebihan metode tutor sebaya adalah sebagai berikut :
a) Adanya suasana hubungan yang lebih dekat dan akrab antara siswa yang
dibantu dengan siswa sebagai tutor yang membantu.
b) Bagi tutor sendiri, kegiatan ini merupakan kesempatan untuk belajar
berkomunikasi.
c) Bersifat efisien, artinya bisa lebih banyak yang dibantu.
d) Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.
2.3.2
Kekurangan Pendekatan Tutor Sebaya
Menurut Suryo dan Amin
(1982: 51), beberapa kekurangan metode tutor sebaya adalah sebagai berikut :
a) Siswa yang dipilih sebagai tutor dan berprestasi baik belum tentu mempunyai
hubungan baik dengan siswa yang dibantu.
b) Siswa yang dipilih sebagai tutor belum tentu bisa menyampaikan materi
dengan baik.


0 Response to "Masalah Remaja Dan Social Network"
Posting Komentar